30+ Peninggalan Kerajaan Majapahit (Candi. Kitab, dan Prasasti)
Bentuk Peninggalan Kerajaan Majapahit

30+ Peninggalan Kerajaan Majapahit (Candi, Kitab, dan Prasasti)

Diposting pada

30+ Peninggalan Kerajaan Majapahit (Candi, Kitab, dan Prasasti) – Di Indonesia terdapat beberapa bentuk kerajaan bercorak Hindu Budha. Salat satunya ialah kerajaan Majapahit yang pusatnya terletak di Jawa Timur. Berdirinya kerajaan Majapahit sendiri terjadi pada tahun 1293 Masehi hingga 1500 Masehi. Pada masa kejayaan dari kerajaan Majapahit ketika mencapai puncaknya dapat menguasai beberapa wilayah seperti wilayah wilayah di Nusantara dan wilayah wilayah di negara lain. Untuk itulah terdapat beberapa bentuk peninggalan kerajaan Majapahit yang dapat ditemukan sekarang ini. Lalu apa saja bentuk peninggalan Majapahit itu?

30+ Peninggalan Kerajaan Majapahit (Candi, Kitab, dan Prasasti)
Bentuk Peninggalan Kerajaan Majapahit

Dalam sejarah Indonesia, Kerajaan Majapahit memiliki kekuasaan yang luas dan dianggap sebagai kerajaan paling besar yang pernah ada. Kerajaan tersebut memiliki beberapapa wilayah kekuasaan seperti wilayah Sumatera, Jawa, Semenanjung Malaya, Kalimantan, Filipina dan Indonesia Bagian Timur. Berdirinya kerajaan Majapahit terjadi pada tahun 1293 Masehi dengan beberapa bentuk peninggalan Majapahit yang ada. Pusat kerajaan (Ibukota) dari Majapahit ada di daerah Trowulan, Mojokerto. Dalam pembahasan kali ini saya akan membagikan beberapa peninggalan kerajaan majapahit, baik berupa prasasti, candi, maupun kitab kitab. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

30+ Peninggalan Kerajaan Majapahit (Candi, Kitab, dan Prasasti)

Seperti yang telah kita ketahui bahwa bentuk peninggalan kerajaan Majapahit dapat berupa candi, kitab kitab maupun prasasti. Penemuan dari peninggalan Majapahit tersebut berbeda beda karena tersebar di berbagai wilayah Indonesia maupun wilayah negara lain. Kerajaan Majapahit telah mencapai kejayaannya pada masa Hayam Wuruk dengan bantun Patih Gajah Mada pada tahun 1350 Masehi hingga 1389 Masehi. Kemudian pada tahun 1527 Masehi, kerajaan Majapahit mengalami keruntuhan.

Baca juga : Ruang Lingkup Sejarah dan Contohnya (Peristiwa, Kisah, Ilmu, Seni)

Setelah kerajaan Majapahit runtuh, banyak sekali peninggalan Majapahit yang ditemukan. Peninggalan kerajaan Majapahit tersebut terdapat dalam situs arkeologi Trowulan di Kabupaten Mojokerto seperti candi candi, kitab kitab maupun prasasti. Adapun beberapa peninggalan dari kerajaan Majapahit yaitu meliputi:

Candi Tikus

30+ Peninggalan Kerajaan Majapahit (Candi, Kitab, dan Prasasti)
Candi Tikus

Candi Tikus adalah candi peninggalan kerajaan Majapahit yang berada di dukuh Dinuk, Desa Temon, Trowulan, Mojokerto. Pada awalnya peninggalan Majapahit tersebut terkubur didalam tanah. Kemudian pada tahun 1914, candi tikus ditemukan dan pada era 80an candi ini mengalami pemugara.

Candi Bajang Ratu

30+ Peninggalan Kerajaan Majapahit (Candi, Kitab, dan Prasasti)
Candi Bajang Ratu

Candi Bajang Ratu adalah candi peninggalan kerajaan Majapahit yang berada di Dewa Temon, Trowulan, Mojokerto. Bentuk dari candi Bajang Ratu adalah gapura. Peninggalan Majapahit ini menurut perkiraan telah di bangun sejak abad ke 14. Kemudian pada tahun 1915 candi tersebut mulai dinamakan dengan candi Bajang Ratu.

Candi Sukuh

30+ Peninggalan Kerajaan Majapahit (Candi, Kitab, dan Prasasti)
Candi Sukuh

Candi Sukuh adalah candi peninggalan kerajaan Majapahit yang berada di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Candi Sukuh memiliki corak Hindu didalamnya. Peninggalan Majapahit seperti candi Sukuh tersebut memiliki struktur bangunan berupa tiga teras.

Candi Brahu

30+ Peninggalan Kerajaan Majapahit (Candi, Kitab, dan Prasasti)
Candi Brahu

Candi Brahu adalah candi peninggalan kerajaan Majapahit yang berada di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Candi peninggalan Majapahit ini terletak dalam kompleks candi di situs arkeologi Trowulan. Candi Brahu memiliki ketinggian hingga 20 meter dengan corak Budha di dalam bangunannya.

Baca juga : Pengertian Mobilitas Sosial Beserta Bentuk Bentuknya

Candi Wringin Lawang

30+ Peninggalan Kerajaan Majapahit (Candi, Kitab, dan Prasasti)
Candi Wringin Lawang

Candi Wringin Lawang adalah candi peninggalan kerajaan Majapahit yang berada di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Bentuk dari candi Wringin Lawang adala gapura. Peninggalan Majapahit tersebut menurut perkiraan telah berdiri sejak abad ke 14 Masehi.

Candi Ceto

30+ Peninggalan Kerajaan Majapahit (Candi, Kitab, dan Prasasti)
Candi Ceto

Candi Ceto adalah candi peninggalan kerajaan Majapahit yang berada di lereng Gunung Lawu, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Pembangunan candi ceto tersebut menurut perkiraan telah terjadi ketika kejayaan dari Kerajaan Majapahit telah berakhir. Disekitar candi peninggalan Majapahit tersebut terdapat kompleks yang digunakan oleh penduduk setempat dan digunakan sebagai tempat pemujaan bagi para peziarah agama Hindu.

Candi Surawana

30+ Peninggalan Kerajaan Majapahit (Candi, Kitab, dan Prasasti)
Candi Surawana

Candi Surawana adalah candi peninggalan kerajaan Majapahit yang berada di Desa Canggu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Candi peninggalan Majapahit ini memiliki corak Hindu. Candi Surawana memiliki nama asli yaitu Wishnubhawanapura. Pembangunan candi Surawana dilakukan oleh Raja Kerajaan Wengker pada abad ke 14. Kerajaan ini masih termasuk dalam wilayah kekuasaan dari Kerajaan Majapahit.

Candi Wringin Branjang

30+ Peninggalan Kerajaan Majapahit (Candi, Kitab, dan Prasasti)
Candi Wringin Branjang

Candi Wringin Branjang adalah candi peninggalan kerajaan Majapahit yang berada di Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Peninggalan Majapahit ini memiliki atap candi yang berbentuk seperti atap rumah biasa. Bangunan candi Wringin Branjang diduga berguna untuk tempat penyimpanan pada zaman Kerajaan Majapahit berupa alat alat upacara.

Candi Pari

30+ Peninggalan Kerajaan Majapahit (Candi, Kitab, dan Prasasti)
Candi Pari

Candi Pari adalah candi peninggalan kerajaan Majapahit yang berada di Desa Pari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Pembangunan candi peninggalan Majapahit ini dijadikan sebagai tempat dikenangnya seorang adik angkat sekaligus sahabat dari putra Prabu Brawijaya dan istrinya yang kehilangan sosoknya karena dikala itu ia menolak untuk tinggal di kerajaan Majapahit.

Candi Kedaton

30+ Peninggalan Kerajaan Majapahit (Candi, Kitab, dan Prasasti)
Candi Kedaton

Candi Kedaton adalah candi peninggalan kerajaan Majapahit yang berada di kompleks situs arkeologi di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Peninggalan Majapahit ini memiliki corak bangunan Hindu. Bentuk struktur candi Kedaton berasal dar pondasi batu bata merah.

Candi Minak Jinggo

30+ Peninggalan Kerajaan Majapahit (Candi, Kitab, dan Prasasti)
Candi Minak Jinggo

Candi Minak Jinggo adalah candi peninggalan kerajaan Majapahit yang berada di Dusun Unggahan, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Peninggalan Majapahit tersebut berada di kompleks situs arkeologi di Trowulan dan menjadi satu satunya candi yang memiliki struktur bangunan dari batu andesit.

Candi Grinting

30+ Peninggalan Kerajaan Majapahit (Candi, Kitab, dan Prasasti)
Candi Grinting

Candi Grinting adalah candi peninggalan kerajaan Majapahit yang berada di Dusun Grinting, Desa Karangjeruk, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Candi peninggalan Majapahit tersebut diduga menyerupai pondasi alam ketika pertama kali ditemukan oleh pengrajin batu bata.

Candi Jolotundo

30+ Peninggalan Kerajaan Majapahit (Candi, Kitab, dan Prasasti)
Candi Jolotundo

Candi Jolotundo adalah candi peninggalan kerajaan Majapahit yang berada di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Candi peninggalan Majapahit ini memiliki bentuk petirtaan yang berguna untuk mengalirkan mata air. Candi Jolotundo terkenal sebagai candi yang bentuk arsitekturnya sangat megah di bagian bangunannya.

Candi Gentong

30+ Peninggalan Kerajaan Majapahit (Candi, Kitab, dan Prasasti)
Candi Gentong

Candi Gentong adalah candi peninggalan kerajaan Majapahit yang berada di Desa Telogo Gede, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Candi peninggalan Majapahit tersebut pada awalnya terletak diantara deretan tiga candi yang arahnya di bujur barat menuju timur yaitu Candi Gentong, Candi Tengah dan Candi Gedong. Namun setelah mengalami pemugaran pada tahun 1995, hanya tersisa Candi Gentong ini saja.

Baca juga : Hasil Sidang PPKI 1, 2, 3 Pada Tanggal 18, 19, 22 Agustus 1945

Prasasti Kerajaan Majapahit

Selain candi peniggalan Majapahit di atas, adapula beberapa prasasti peninggalan Kerajaan Majapahit. Adapun beberapa peninggalan dari Kerajaan Majapahit seperti prasasti di bawah ini:

  • Di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto terdapat Prasasti Alasantan (939 Masehi).
  • Penulisan bahasa Kawi dalam Prasasti Kamban (941 Masehi).
  • Di daerah Kandang Gajak di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto terdapat penemuan peninggalan Kerajaan Majapahit berupa Prasasti Wurare (1289 Masehi).
  • Di lereng Gunung Butak di wilayah perbatasan Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang terdapat Prasasti Kudadu (1294 Masehi).
  • Penemuan prasasti Trowulan VI atau sering disebut Prasasti Hara-Hara (966 Masehi).
  • Penemuan prasasti Trowulan II atau sering disebut Prasasti Maribong (1264 Masehi).
  • Di Desa Blawi di wilayah Kabupaten Lamongan terdapat peninggalan Kerajaan Majapahit berupa Prasasti Balawi (1305 Masehi).
  • Penemuan prasasti Trowulan I atau sering disebut Prasasti Canggu (1358 Masehi).
  • Di Gunung Penanggungan, dikenal juga sebagai Prasasti Raden Wijaya terdapat Prasasti Sukamerta (1296 Masehi).
  • Di Kawasan Pegunungan Kapur Utara di Kabupaten Gresik terdapat peninggalan Kerajaan Majapahit berupa Prasasti Butulan (1298 Masehi).
  • Di wilayah Kabupaten Malang terdapat Prasasti Katiden (1392 Masehi).
  • Di Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan terdapat Prasasti Biluluk II (1393 Masehi).
  • Di Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan terdapat peninggalan Kerajaan Majapahit berupa Prasasti Biluluk I (1366 Masehi).
  • Di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik terdapat Prasasti Karang Bogem (1387 Masehi).
  • Di wilayah Kabupaten Mojokerto terdapat Prasasti Waringin Pitu (1447 Masehi).
  • Di wilayah Kabupaten Mojokerto terdapat peninggalan Kerajaan Majapahit berupa Prasasti Marahi Manuk.
  • Di Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan terdapat Prasasti Biluluk III (1395 Masehi).
  • Di wilayah Kabupaten Mojokerto terdapat Prasasti Parung.
  • Di wilayah Kabupaten Malang terdapat peninggalan Majapahit berupa Prasasti Lumpang (1395 Masehi) atau disebut sebagai prasasti Katiden II.

Kitab Kitab Kerajaan Majapahit

Peninggalan Kerajaan Majapahit tidak hanya berupa candi dan prasasti saja. Tetapi adapula beberapa kitab peninggalan Majapahit yang ditemukan. Adapun beberapa peninggalan kitab kitab Kerajaan Majapahit yaitu meliputi:

  • Karangan Empu Prapanca pada tahun 1365 Masehi berupa Kitab Negarakertama.
  • Karangan Empu Tantular berupa Kitab Sutasoma.
  • Penemuan Kitab Kunjakarna yang pengarangnya belum diketahui.
  • Penemuan Kitab Parthayajna yang pengarangnya belum diketahui.
  • Karangan Empu Tantular yang berupa Kitab Arjunawiwaha.
  • Karangan Gajah Mada yang berupa Kitab Kutaramanawa.
  • Penemuan Kitab Pararaton yang pengarangnya belum diketahui.
  • Penemuan Kitab Sudayana yang pengarangnya belum diketahui.
  • Penemuan Kitab Panjiwijayakarma yang pengarangnya belum diketahui.
  • Penemuan Kitab Usana Jawa yang pengarangnya belum diketahui.
  • Penemuan Kitab Ronggolawe yang pengarangnya belum diketahui.
  • Penemuan Kitab Sorandakan yang pengarangnya belum diketahui.
  • Penemuan Kitab Tantu Panggelaran yang pengarangnya belum diketahui.
  • Penemuan Kitab Calon Arang yang pengarangnya belum diketahui.
  • Penemuan Kitab Usana Bali yang pengarangnya belum diketahui.

Sekian penjelasan mengenai beberapa peninggalan Kerajaan Majapahit seperti candi candi, prasasti dan kitab kitab. Peninggalan Majapahit tersebut ditemukan di beberapa wilayah Indonesia. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda dan terima kasih telah membaca.

Incoming search terms:

  • peninggalan kerajaan majapahit di lamongan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *