Contoh Teks Anekdot (Pengertian, Ciri Ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan)

Contoh Teks Anekdot (Pengertian, Ciri Ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan)

Diposting pada

Contoh Teks Anekdot (Pengertian, Ciri Ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan) – Dalam pelajaran Bahasa Indonesia terdapat materi mengenai jenis jenis teks. Salah satunya ialah teks anekdot. Teks ini memiliki pengertian teks anekdot, ciri ciri teks anekdot, struktur teks anekdot, kaidah kebahasaan teks anekdot maupun contoh teks anekdot itu sendiri. Semua hal tersebut selalu dimiliki oleh masing masing teks Bahasa Indonesia. Lalu apa itu teks anekdot? Jenis teks ini sering kali kita dengar namun kenyataannya sedikit sekali orang yang mengetahui dan paham akan makna dari teks tersebut.

Contoh Teks Anekdot (Pengertian, Ciri Ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan)

Teks anekdot memiliki makna yang intinya sebuah ikatan kata kata atau perkataan yang bersifat lucu ataupun menyindir. Teks tersebut sengaja disusun menggunakan struktur yang ada agar dapat menghibur, namun adapula yang memanfaatkan teks anekdot untuk menyindir pihak pihak yang menyelewengkan tugas dan kewajiban mereka. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengenai pengertian teks anekdot, ciri ciri teks anekdot, struktur teks anekdot, kaidah kebahasaan teks anekdot maupun contoh teks anekdot. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Contoh Teks Anekdot (Pengertian, Ciri Ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan)

Pada pembahasan ini, saya akan menjelaskan tentang pengertian teks anekdot lengkap dengan ciri ciri teks anekdot, struktur teks anekdot, dan kaidah kebahasaan teks anekdot. Namun untuk lebih memahami jenis teks tersebut saya juga akan menyajikan contoh teks anekdot singkat, lucu dan lain lain. Anda dapat menyimaknya di bawah ini:

Pengertian Teks Anekdot

Hal pertama yang akan saya jelaskan ialah pengertian teks anekdot. Teks anekdot ialah jenis teks karangan kisah ataupun cerita yang dibuat berdasarkan pengalaman hidup seseorang yang ditulis secara pendek, lucu dan singkat dengan berbagai tema atau topik misalnya politik, hukum, pendidikan, kritikan, sindiran dan masih banyak lagi. Teks anekdot tersebut dibuat tidak hanya berisi cerita cerita lucu saja, melainkan juga berisikan pesan moral, ungkapan maupun amanat dari sebuah kebenaran yang umum.

Ciri Ciri Teks Anekdot

Selanjutnya terdapat ciri ciri teks anekdot yang harus dipahami sebelum membuat contoh teks anekdotnya. Ciri ciri teks anekdot ini juga berguna untuk membedakannya dengan jenis teks lainnya. Berikut beberapa ciri ciri teks anekdot:

  1. Teksnya bersifat lucu dan humoris, maknanya teks anekdot ini berisi tentang kisah atau cerita cerita bualan yang lucu.
  2. Teksnya bersifat menggelitik, maknanya teks anekdot ini dapat membuat pembacanya terhibur dengan jalan ceritanya yang lucu.
  3. Memiliki sifat yang menyindir.
  4. Ditujukan untuk orang orang yang memiliki kedudukan penting, contohnya Pejabat.
  5. Kisahnya hampir sama dengan cerita dongeng.
  6. Memiliki maksud dan tujuan tertentu.
  7. Menceritakan tentang kisah hidup manusia ataupun karakter hewan yang saling berhubungan secara realistis dan umum.

Struktur Teks Anekdot

Teks anekdot dibentuk berdasarkan struktur struktur teks yang berlaku. Struktur teks anekdot tersebut juga menjadi pembeda dengan jenis teks pada umumnya. Struktur teks anekdot tersebut meliputi orientasi, krisis, abstraksi, koda, event, Re orientasi dan reaksi. Dibawah ini terdapat penjelasan mengenai struktur teks anekdot pada masing masing bagiannya.

  • Abstraksi ialah struktur teks anekdot yang terletak di awal paragraf dan berisi gambaran awal dari sebuah isi cerita.
  • Orientasi ialah struktur teks anekdot yang berisi tentang awal mula atau latar belakang sebuah kejadian dalam cerita.
  • Event ialah struktur teks yang berisi tentang rangkaian kejadian yang terjadi.
  • Krisis ialah struktur teks anekdot yang berupa masalah yang timbul dalam teks tersebut.
  • Reaksi ialah struktur yang berupa penyelesaian masalah yang disebabkan oleh krisis.
  • Koda ialah struktur yang berisikan perubahan sikap pada tokoh cerita.
  • Re Orientasi ialah struktur teks anekdot yang terletak di bagian akhir paragraf sekaligs berisi tentang penutup dari cerita tersebut.

Selain pengertian, ciri ciri dan struktur teks anekdot diatas adapula tujuan pembuatan dari teks ini. Seperti yang kita ketahui bahwa hasil karya tulisan dalam bentuk teks anekdot ini memang ditujukan kepada pembacanya. Dibawah ini terdapat beberapa tujuan pembuatan dari teks anekdot yaitu :

  1. Bertujuan untuk mengkritik.
  2. Bertujuan untuk menghibur.
  3. Untuk membangkitkan rasa tawa dalam diri pembaca.

Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot

Kaidah kebahasaan teks anekdot merupakan pedoman dalam pembuatan contoh teksnya. Berikut beberapa kaidah kebahasaan dalam pembuatan contoh teks anekdot:

  • Menggunakan konjungsi atau kata penghubung.
  • Menggunakan kata keterangan waktu yang bersifat lampau.
  • Peristiwanya diurutkan berdasarkan keterangan waktu.
  • Menggunakan kata kerja.
  • Terdapat kalimat pertanyaan yang bersifat retorik atau pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban.

Contoh Teks Anekdot

Untuk lebih memahami lagi mengenai teks ini, saya juga akan menyajikan beberapa contoh teks anekdot dalam beberapa topik. Berikut contoh teksnya:

Contoh Teks Anekdot Singkat

“Telingaku Kesetrika”

Di pagi hari yang cerah datanglah seorang laki laki ke rumah sakit dikarenakan telinganya yang mengalami luka bakar. Entah karena apa telinganya menjadi seperti itu.

Pasien : “Dokter tolong obati telinga saya!!”

Dokter : “Apa yang terjadi dengan telinga anda pak?”

Pasien : “Begini dok ceritanya, tadi kan saya sedang menyetrika baju. Tanpa berpikir panjang, saya menaruh telepon disamping setrika tersebut. Tiba tiba telepon saya berbunyi, dengan refleknya saya langsung mengangkat setrika dan menempelkannya ketelinga kanan saya dok.”

Baca juga: Contoh Teks Editorial (Pengertian, Ciri, Struktur dan Kaidah Kebahasaan)

Dokter : “Jadi begitu ceritanya, saya paham dengan keluhan bapak. Lalu telinga kiri bapak kenapa jadi seperti itu?”

Pasien : “Nah ini juga karena orang ini juga dok yang kembali menelpon saya!!”

Struktur teks pada bagian contoh teks anekdot “Telingaku Kesetrika”

  1. Abstraksi : Di pagi hari yang cerah
  2. Orientasi : datanglah seorang laki laki ke rumah sakit dikarenakan telinganya yang mengalami luka bakar. Entah karena apa telinganya menjadi seperti itu.
  3. Krisis : Begini dok ceritanya, tadi kan saya sedang menyetrika baju. Tanpa berpikir panjang, saya menaruh telepon disamping setrika tesebut. Tiba tiba telepon saya berbunyi, dengan refleknya saya langsung mengangkat setrika dan menempelkannya ketelinga kanan saya dok.
  4. Reaksi : Jadi begitu ceritanya, saya paham dengan keluhan bapak. Lalu telinga kiri bapak kenapa jadi seperti itu?
  5. Koda : Nah ini juga karena orang ini juga dok yang kembali menelpon saya!!

Contoh Teks Anekdot Lucu

“Penjual Bakso”

Disuatu hari, ada seorang laki laki yang menghampiri penjual bakso. Laki laki tersebut datang menghampiri tukang bakso yang sedang sepi pembeli.

Riko : ” Mas satenya sepuluh tusuk ya.”

Penjual Bakso : “Tapi kan saya jualnya bakso dek.”

Riko : “Ya udah kalau gitu longtong karinya saja satu bungkus.”

Penjual Bakso : “Kan tadi saya sudah bilang kalau saya jualnya bakso!”

Riko : “Hmm, maksa amat sih. Ya udah soto ayamnya saja satu bungkus tapi pedes ya mas!”

Penjual Bakso : “Aduh Gusti sabar sabar. Adeekk saya jualnya bakso saja, tidak jual yang lain lain.”

Riko : “Niat jualan tidak sih! Ya udah saya beli bakso di tempat lain saja!!”

Penjual Bakso : *Hening*

Dalam sekejap penjual bakso tersebut membanting dagangannya.

Struktur teks pada bagian contoh teks anekdot “Penjual Bakso”

  1. Abstraksi : Disuatu hari, ada seorang laki laki yang menghampiri penjual bakso.
  2. Orientasi : Laki laki tersebut datang menghampiri tukang bakso yang sedang sepi pembeli.
  3. Krisis : Niat jualan tidak sih! Ya udah saya beli bakso di tempat lain saja!!
  4. Reaksi : *Hening*
  5. Koda : Dalam sekejap penjual bakso tersebut membanting dagangannya.

Contoh Teks Anekdot Lainnya

“Burung Beo Nakal”

Terdapat tiga orang sahabat bernama Rika, Ica, dan Rina yang saling bertetanggaan. Mereka sering pergi kekantor bersama sama melewati gang kecil sebelum sampai ke jalan raya. Diantara gang tersebut terdapat rumah yang memelihara burung beo.

Setiap kali tiga perempuan tersebut melewati depan rumahnya, burung beo tersebut selalu mengucapkan tiga warna. Mendengar perkataan burung tersebut, Rika pun curiga kalau burung beo itu mengetahui warna celana dalam mereka. Untuk memastikan kebenaran dari perkiraan itu, akhirnya mereka sepakat untuk mengenakan celana dalam yang sama.

Keesokan harinya mereka kembali melewati gang tersebut dan beo itu mengucapkan “Merah, Merah, Merah”. Mendengar perkataan beo tersebut ketiga perempuan tadi tercengang sekaligus kagum. Hari berikutnya, si beo mengatakan “Hitam, Hita, Hitam” dengan tepatnya bahkan dapat menebak kembali warna celana dalam mereka.

Ica pun memiliki ide yang sangat menggelitik sekaligus konyol. “Bagaimana kalau kita sama sekali tidak mengenakan celana dalam? Apakah si beo itu dapat menebaknya lagi?” Keesokan harinya ketika ketiga perempuan itu melewati rumahnya. Si beo hanya mondar mandir didalam sangkarnya. Kemudian citra bersama temannya hanya tertawa mengerjai burung beo nakal tersebut. Tetapi tidak lama kemudian si beo mengatakan ” Keriting, Lurus, Lurus”.

Inilah penjelasan mengenai pengertian teks anekdot, ciri ciri teks anekdot, struktur teks anekdot, kaidah kebahasaan teks anekdot dan contoh teks anekdot. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *