Daerah yang Terkena Dampak Tanam Paksa Belanda Lengkap
Dampak Tanam Paksa di Daerah Indonesia

Daerah yang Terkena Dampak Tanam Paksa Belanda Lengkap

Diposting pada

Daerah yang Terkena Dampak Tanam Paksa Belanda Lengkap – Pada masa penjajahan Belanda tahun 1830 terdapat sistem tanam paksa yang diberlakukan di Indonesia. Dikala itu Belanda banyak sekali melakukan peperangan yang membuat keuangan kerajaannya menjadi mengkhawatirkan. Biaya yang dikeluarkan untuk peperangan pada masa kejayaan Napoleon memang sangat besar. Untuk itulah sistem tanam paksa ini diberlakukan. Bahkan beberapa daerah terkena dampak tanam paksa di Indonesia tersebut.

Daerah yang Terkena Dampak Tanam Paksa Belanda Lengkap
Dampak Tanam Paksa di Daerah Indonesia

Sistem tanam paksa pada awalnya diusulkan oleh Van den Bosch untuk memulihkan keuangan Belanda ketika pemerintahan raja Willem. Pada intinya sistem ini menguntungkan bagi Belanda dan menjadikan tanah jajahan sebagai sapi perah penghasil komoditas ekspor. Pada kesempatam kali ini saya akan menjelaskan tentang beberapa daerah yang terkena dampak tanam paksa Belanda lengkap. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Daerah yang Terkena Dampak Tanam Paksa Belanda Lengkap

Di kala itu jabatan Van den Bossch naik menjadi Gubernur Jenderal Baru di Jawa karena usulan sistem tanam paksanya disetujui. Bahkan sistem ini terdapat dalam Staatsblad (Lembaran Negara) Nomor 22 Tahun 1834 yang isinya:

  • Sebagian tanah penduduk harus disediakan untuk lahan penanaman komoditas perdagangan dan dengan persetujuan harus dijual ke pasaran Eropa.
  • Bagian tanah pertanian yang dimiliki oleh penduduk untuk lahan penanaman tersebut tidak boleh lebih dari seperlima bagian.
  • Penanaman komoditas perdagangan membutuhkan penduduk yang bekerja di lahan tersebut, namun tidak boleh lebih dari pekerjaan dalam menanam padi.
  • Pembayaran pajak tanah dibebaskan untuk tanah yang dipergunakan untuk menanam komoditas perdagangan.
  • Penduduk wajib menyerahkan hasil tanamannya kepada pemerintah Hindia Belanda. Apabila hasil penanamannya bernilai lebih dari yang ditafsirkan, maka rakyat akan memperoleh kelebihannya. Tetapi apabila hasil tafsiran nilainya kurang, maka tidak ada yang dapat diterima rakyat.

Baca juga : Dampak UU Agraria 1870 Bagi Indonesia Lengkap

  • Pemerintah akan menerima bebas kegagalan panen yang tidak disebabkan oleh kelalaian dari rakyat.
  • Para kepala pribumi akan mengawasi tanah yang digarap oleh para penduduk. Sedangkan pengawasan secara umum dibatasi oleh pegawai Eropanya.
  • Setiap tahun selama 65 hari para penduduk yang tidak mempunyai tanah harus bekerja di pabrik ataupun perkebunan milik pemerintah.
  • Presentasi keuntungan didapatkan oleh pengawas tanam paksa.

Beberapa daerah yang terkena dampak tanam paksa dari Belanda tersebut harus mematuhi aturan aturan di atas. Secara tertulis aturan sistem tanam paksa di atas memang tidak menekan rakyat, jika ada unsur paksaan maka rakyat dapat mengajukan keberatan dan terlihat adil. Namun dari ketentuan pokok di atas sangat berkebalikan dengan prakteknya. Penjajahan Belanda yang dilakukan di Indonesia tersebut memang berdampak pada beberapa daerah di dalamnya, bahkan banyak wabah penyakit yang menyebabkan kematian dan kelaparan bagi rakyatnya. Hal ini dikarenakan penduduk Indonesia mengalami kondisi sosial ekonomi yang semakin merosot. Di pulau Jawa pada awalnya terdapat pelaksanaan sistem tanam paksa seperti wilayah Jawa Barat untuk lahan penanaman tanaman ekspor yang ideal. Contohnya tanaman karet, teh dan kopi. Kemudian dampak tanam paksa di Indonesia meluas di beberapa daerah sampai ke luar pulau Jawa. Salah satunya ialah pulau Sumatera yang dianggap sebagai daerah penerapan sistem tanam paksa yang cukup ideal. Di bawah ini terdapat beberapa daerah di Indonesia yang terkena dampak tanam paksa Belanda yaitu sebagai berikut:

Jawa Timur dan Jawa Tengah

Daerah yang terkena dampak tanam paksa pertama ialah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Potensi pada kedua wilayah ini cukup besar untuk dijadikan lahan penanaman gula. Dikala itu gula memang diekspor oleh daerah daerah tersebut. Selain itu adapula tembakau dan teh yang cukup menjanjikan sebagai tanaman komoditi untuk dijual ke pasar Eropa. Namun pada tahun 1849 – 1850 terjadi peristiwa kelaparan di Jawa Tengah karena dampak tanam paksa yang buruk, khususnya di wilayah Residen Semarang. Jumlah penduduk di Semarang berkurang sampai 9% karena banyak yang mati dan berpindah menuju daerah lain. Selain itu tindakan sewenang wenang yang dilakukan oleh Belanda mengakibatkan terjadinya kelaparan. Bahkan kekuasaan para kepala pribumi juga ikut disalahgunakan. Selain itu tenaga yang dibutuhkan untuk mengelola jenis tanaman wajib juga lebih banyak, merugikan rakyat dan upah yang diberikanpun sedikit. Kegagalan panen yang disebabkan oleh serangan hama belalang membuat bahan makanan di Grobogan dan Demak menjadi berkurang. Inilah salah satu daerah di Indonesia yang terkena dampak tanam paksa Belanda.

Baca juga : Penyebab Peristiwa Tanjung Priok 1984 Lengkap

Banten dan Jawa Barat

Daerah yang terkena dampak tanam paksa selanjutnya ialah Banten dan Jawa Barat. Daerah tersebut dijadikan sebagai tambang emas Belanda karena hasil kopinya yang maksimal sebagai bentuk kekayaan alam Indonesia untuk dieksploitasi. Di area ini juga ditanami oleh tembakau maupun teh. Pada abad ke 18 awal, VOC mulai memperkenalkan kopi ke wilayah pulau Jawa. Kemudian para pemimpin dan rakyat tanpa waktu lama menyadari bahwa roda ekonomi dapat disumbang dengan potensi besar di area tersebut melalui tanaman kopi. Setelah itu pada abad ke 18 akhir, Pulau Jawa dijadikan sebagai penghasil kopi di dunia yang paling besar.

Sumatera Utara

Sumatera Utara merupakan salah satu daerah di Indonesia yang terkena dampak tanam paksa Belanda. Jacobus Nienhus merupakan salah seorang yang membantu Belanda untuk ikut terlibat dalam kegiatan ekonomi di Sumatera. Hasil tembakau yang dihasilkan mencapai 189 ball di daerah perkebunan Deli Serdang pada tahun 1865. Selain itu sistem tanam paksa juga berdampak efeknya di daerah lain seperti Kisaran ataupun Asahan. Di daerah ini terdapat hasil tanaman karet dengan kualitas cukup baik. Bahkan hasil karet tersebut juga diekspor ke luar negeri.

Riau

Daerah yang terkena dampak tanam paksa selanjutnya ialah Riau. Riau merupakan salah satu lokasi penerapan sistem tanam paksa. Meskipun efek dampak yang dirasakannya tidak begitu terkenal dibandingkan daerah lainnya. Daerah ini menghasilkan karet dan sawit yang letaknya berada di Siak Sri Indrapura, meskipun tidak terlalu besar. Hal ini dikarenakan Sultan Syarif Khosim (Sultan Siak) menolak adanya sistem tanam paksa yang memberatkan rakyat di daerah tersebut. Pada akhirnya daerah yang terkena dampak sistem tanam paksa tersebut memiliki biaya yang mahal karena efeknya sampai ke wilayah wilayah Indonesia.

Baca juga : Penyebab Peristiwa di Hotel Yamato Surabaya Pada 1945 Lengkap

Perekonomian negara Belanda sendiri terbantu karena hasil tanam paksa tersebut. Daerah di Indonesia yang terkena dampak tanam paksa ini memang bermanfaat untuk memperkenalkan tanaman komoditi ekspor dan teknik bercocok tanam kepada rakyat. Namun dampak negatif yang ditimbulkan oleh sistem tanam paksa tersebut tergolong lebih besar dibandingkan dampak positifnya. Rakyat menderita secara mental maupun fisik berkepanjangan, rakyat mengalami kemiskinan, kegagalan panen yang banyak terutama tanaman padi, dimana mana terdapat kematian dan kelaparan. Hal ini disebabkan oleh adanya kegagalan panen dan pemungutan pajak dikalangan masyarakat dalam bentuk beras. Pajak yang dibebankan kepada rakyat membuat penurunan jumlah penduduk di Indonesia. Dengan kata lain rakyat Indonesia mengalami banyak kesengsaraan yang ditimbulkan oleh sistem tanam paksa dari penjajah. Selain itu penerapan aturan sistem tanam paksa secara tertulis juga berkebalikan dengan prakteknya. Dikala itu Indonesia tidak dapat melakukan apa apa meskipun habis habisan kekayaan alamnya direnggut dan dijadikan sebagai budak di negerinya sendiri. Namun pada akhirnya seluruh kalangan mengkritik Belanda karena dampak tanam paksa dalam bidang politik. Kemudian secara perlahan sistem tanam paksa ini dihapuskan oleh Belanda karena dianggap keterlaluan dan tidak berperikemanusiaan. Setelah itu terciptalah UU Agraria yang menggantikan sistem tanam paksa tersebut. Tetapi rakyat miskin banyak dirugikan oleh adanya UU Agraria ini. Sekian penjelasan mengenai daerah daerah yang terkena dampak tanam paksa Belanda lengkap. Adapun beberapa daerah di Indonesia yang terkena dampak tanam paksa tersebut seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah, Banten dan Jawa Barat, Sumatera Utara serta Riau. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *