Kalimat Majemuk Bertingkat (Pengertian, Jenis, dan Contoh)

Kalimat Majemuk Bertingkat (Pengertian, Jenis, dan Contoh)

Diposting pada

Kalimat Majemuk Bertingkat (Pengertian, Jenis, dan Contoh) – Pada pembahasan kali ini, saya akan menjelaskan mengenai kalimat majemuk bertingkat. Apa pengertian kalimat majemuk tersebut? Apa saya jenis jenis kalimat majemuknya? Seperti apa contoh kalimat majemuknya? Semua itu akan saya bahas dalam artikel dibawah ini. Selamat membaca.

Kalimat Majemuk Bertingkat (Pengertian, Jenis, dan Contoh)

Kalimat Majemuk Bertingkat (Pengertian, Jenis, dan Contoh)

Pengertian kalimat majemuk bertingkat ialah kalimat majemuk yang tersusun oleh 2 klausa atau lebih dengan tingkatan yang berbeda. Salah satu klausa digunakan sebagai induk kalimat dan klausa lainnya digunakan sebagai anak kalimat. Pada kalimat majemuk ini, anak kalimat merupakan kalimat peluasan dari induk kalimat agar sifatnya tidak berdiri sendiri dalam sebuah kalimat.

Baca juga : Contoh Teks Editorial (Pengertian, Ciri, Struktur dan Kaidah Kebahasaan)

Untuk lebih memhami mengenai kalimat tersebut, maka dapat anda simak contoh kalimat majemuk bertingkat di bawah ini:

  • Rika sengaja belajar malam hari (induk kalimat)
  • Ia bisa mengerjakan ulangan Bahasa Indonesia (anak kalimat)
  • Rika sengaja belajar malam hari agar ia bisa mengerjakan ulangan Bahasa Indonesia. (kalimat majemuk bertingkat)

Dari contoh kalimat majemuk bertingkat diatas, dapat kita lihat bahwa contoh kalimatnya tersusun dari dua klausa yang memiliki tingkatan berbeda. Untuk induk kalimat atau klausa utama merupakan inti atau pokok dari kalimat tersebut, sedangkan untuk anak kalimatnya merupakan keterangan yang bersifat tujuan. Jika induk kalimat tidak disertai dengan anak kalimat maka tetap dapat berdiri sendiri. Namun jika anak kalimat tidak disertai induk kalimat maka penggambaran kalimatnya tidak dapat utuh.

Jenis Jenis Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk ini dapat dibagi menjadi beberapa jenis menurut konjungsi/kata hubung yang terdapat dalam induk kalimat dan anak kalimat. Berikut beberapa jenis kalimat majemuk bertingkat beserta contohnya:

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Waktu

Kalimat majemuk hubungan waktu ini mempunyai anak kalimat yang berkaitan dengan waktu induk kalimatnya. Kalimat majemuk tersebut memiliki ciri yaitu terdapat kata hubung/kongjungsi yang menyatakan waktu seperti sebelum, tatkala, ketika, sesudah dan lain lain. Di bawah ini terdapat contoh kalimat majemuk bertingkat hubungan waktu:

  • Saya sedang sarapan pagi, ketika ibuku pergi bekerja.
  • Saya sudah selesai menyetrika baju, sebelum ibuku pulang belanja.
  • Saya datang kesekolah lebih pagi sebelum ibu guru hadir.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Syarat

Kalimat majemuk hubungan syarat ini mempunyai anak kalimat yang berkaitan dengan syarat induk kalimatnya. Kalimat majemuk tersebut memiliki ciri yaitu terdapat kata hubung/kongjungsi yang menyatakan syarat seperti misal, andaikan, jika, apabila, seandainya, dan lain lain. Di bawah ini terdapat contoh kalimat majemuk bertingkat hubungan syarat:

  • Saya akan membelikanmu boneka jika saya sudah mempunyai uang.
  • Kita pulang segera apabila tugas sekolahku sudah selesai.
  • Saya tidak akan mempercayaimu seandainya saya tahu kamu pembohong.

Baca juga : Struktur Teks Laporan Hasil Observasi Beserta Contohnya

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Tujuan

Kalimat majemuk hubungan tujuan ini mempunyai anak kalimat yang berkaitan dengan tujuan induk kalimatnya. Kalimat majemuk tersebut memiliki ciri yaitu terdapat kata hubung/kongjungsi yang menyatakan tujuan seperti biar, agar, supaya, dan lain lain. Di bawah ini terdapat contoh kalimat majemuk bertingkat hubungan tujuan:

  • Cika sengaja meminjam buku perpustakaan agar ia dapat mengerjakan tugasnya.
  • Rina menyelesaikan pekerjaan rumahnya supaya ibunya tidak marah.
  • Hasan membeli makanan agar adiknya tidak kelaparan.

Kalimat Majemuk Bertingkat Konsensip

Kalimat majemuk konsensip ini mempunyai anak kalimat yang berkaitan dengan pertentangan (konsensip) induk kalimatnya. Kalimat majemuk tersebut memiliki ciri yaitu terdapat kata hubung/kongjungsi yang menyatakan pertentangan seperti biarpun, meskipun, kendati, meski, kendatipun, dan lain lain. Di bawah ini terdapat contoh kalimat majemuk bertingkat konsensip:

  • Dia selalu ceria, walaupun dia sebenarnya sedang murung.
  • Dia tampil sederhana meskipun keluarganya kaya raya.
  • Dia selalu belajar walaupun dia dikatakan sebagai anak bodoh.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Penyebab

Kalimat majemuk hubungan penyebab ini mempunyai anak kalimat yang berkaitan dengan sebab induk kalimatnya. Kalimat majemuk tersebut memiliki ciri yaitu terdapat kata hubung/kongjungsi yang menyatakan sebuah sebab seperti oleh karena, sebab, karena, dan lain lain. Di bawah ini terdapat contoh kalimat majemuk bertingkat hubungan sebab:

  • Dia sedang bahagia, sebab sebelumnya ia mendapatkan hadiah dari ayahnya.
  • Rani segera mencuci baju karena ibunya sudah menyuruhnya dari tadi.
  • Roni pergi belanja sendiri sebab istrinya sedang sakit.

Baca juga : Pengertian Teks Eksposisi, Ciri, Jenis, Struktur dan Contohnya

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Perbandingan

Kalimat majemuk hubungan perbandingan ini mempunyai anak kalimat yang berkaitan dengan perbandingan induk kalimatnya. Kalimat majemuk tersebut memiliki ciri yaitu terdapat kata hubung/kongjungsi yang menyatakan perbandingan seperti laksana, dibandingkan, seperti, sebagaimana, ibarat, dan lain lain. Di bawah ini terdapat contoh kalimat majemuk bertingkat hubungan perbandingan:

  • Saya lebih baik diam daripada ikut mereka bergosip.
  • Dia sedang marah seperti cacing kepanasan.
  • Rina rajin belajar dibandingkan Reni yang suka berdandan.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Akibat

Kalimat majemuk hubungan akibat ini mempunyai anak kalimat yang berkaitan dengan akibat induk kalimatnya. Kalimat majemuk tersebut memiliki ciri yaitu terdapat kata hubung/kongjungsi yang menyatakan sebuah akibat seperti sampai sampai, sehingga, maka, akibatnya, dan lain lain. Di bawah ini terdapat contoh kalimat majemuk bertingkat hubungan akibat:

  • Rika rajin berolahraga, sehingga tubuhnya tetap sehat.
  • Rino suka menabung, akibatnya ia dapat membeli keperluan sekolahnya sendiri.
  • Kakak suka makan akibatnya tubuhnya menjadi gemuk.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Cara

Kalimat majemuk hubungan cara ini mempunyai anak kalimat yang berkaitan dengan keterangan cara induk kalimatnya. Kalimat majemuk tersebut memiliki ciri yaitu terdapat kata hubung/kongjungsi yang menyatakan sebuah cara seperti dengan. Di bawah ini terdapat contoh kalimat majemuk bertingkat hubungan cara:

  • Jaja mengepel lantai dengan alat pel yang dibelikan ibunya.
  • Jojo berhasil memenangkan kejuaraan silat dengan berlatih sungguh sungguh setiap hari.
  • Dengan cara menyemir sepatu, dia dapat memperoleh uang untuk menghidupi adik adiknya.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Sangkalan

Kalimat majemuk hubungan sangkalan ini mempunyai anak kalimat yang berkaitan dengan sangkalan induk kalimatnya. Kalimat majemuk tersebut memiliki ciri yaitu terdapat kata hubung/kongjungsi yang menyatakan sebuah sangkalan seperti seolah olah, seakan akan, seakan, seolah, dan lain lain. Di bawah ini terdapat contoh kalimat majemuk bertingkat hubungan sangkalan:

  • Indah terlihat bahagia, seakan akan tidak terjadi apa apa.
  • Leoni selalu tampil sederhana, seolah olah ia berasal dari keluarga sederhana.
  • Dia terlihat bahagia seolah tidak peduli dengan penderitaan temannya.

Baca juga : Contoh Teks Diskusi Terbaru (Kenakalan Remaja, Anak Anak, Teknologi, Narkoba)

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Kenyataan

Kalimat majemuk hubungan kenyataan ini mempunyai anak kalimat yang berkaitan dengan kejadian sebenarnya pada induk kalimat. Kalimat majemuk tersebut memiliki ciri yaitu terdapat kata hubung/kongjungsi yang menyatakan kenyataan seperti sedangkan dan padahal. Di bawah ini terdapat contoh kalimat majemuk bertingkat hubungan kenyataan:

  • Laura terus makan, padahal ia sedang diet.
  • Ina menjadi juara kelas, padahal ia tidak pernah belajar.
  • Risma berhasil menjadi cantik, padahal ia tidak melakukan perawatan.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Penjelasan

Kalimat majemuk hubungan penjelasan ini mempunyai anak kalimat yang berkaitan dengan penjelasan induk kalimatnya. Kalimat majemuk tersebut memiliki ciri yaitu terdapat kata hubung/kongjungsi yang menyatakan penjelasan seperti bahwa. Di bawah ini terdapat contoh kalimat majemuk bertingkat hubungan penjelasan:

  • Ibu menjelaskan kepada kami bahwa ayah tidak dapat pulang malam ini.
  • Reni tidak menyangka bahwa dirinya yang menjadi juara kelas.
  • Jonatan berkata kepadaku bahwa ia menyukaiku sejak dulu.kalimat

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *