Pengertian Interaksi Sosial Asosiatif dan Disosiatif Beserta Bentuknya

Pengertian Interaksi Sosial Asosiatif dan Disosiatif Beserta Bentuknya

Diposting pada

Pengertian Interaksi Sosial Asosiatif dan Disosiatif Beserta Bentuknya – Interaksi sosial ialah hubungan sosial atau hubungan timbal balik yang terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok maupun kelompok dengan kelompok. Interaksi ini dapat dibagi menjadi dua bentuk yaitu interaksi sosial asosiatif dan disosiatif. Didalamnya terdapat pengertian interaksi sosial asosiatif, pengertian interaksi sosial disosiatif, bentuk bentuk interaksi sosial asosiatif dan bentuk bentuk interaksi sosial disosiatif. Kehidupan manusia tidak akan bisa terjadi jika tidak diimbangi dengan interaksi sosial.

Pengertian Interaksi Sosial Asosiatif dan Disosiatif Beserta Bentuknya

Interaksi sosial merupakan proses setiap orang untuk saling mempengaruhi satu sama lain dalam hal tindakan atau pikiran, sarana komunikasi dan kontak. Bahkan interaksi sosial dapat digunakan sebagai pondasi dalam melakukan tindakan yang sesuai dengan nilai nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Maka dari itu setiap orang diharapkan untuk memiliki kesadaran akan nilai dan normal tersebut. Jika interaksi sosial tidak disertai kesadaran masing masing maka proses sosialnya tidak akan berjalan sesuai yang diharapkan. Kali ini saya akan membahas tentang pengertian interaksi sosial asosiatif, pengertian interaksi sosial disosiatif, bentuk bentuk interaksi sosial asosiatif dan bentuk bentuk interaksi sosial disosiatif. Berikut ulasan selengkapnya.

Pengertian Interaksi Sosial Asosiatif dan Disosiatif Beserta Bentuknya

Interaksi sosial berkaitan dengan proses sosial karena saling melengkapi satu sama lain. Jika interaksi sosial dilakukan dengan baik maka proses sosialnya akan berjalan dengan baik pula. Begitu juga sebaliknya. Di bawah ini terdapat penjelasan mengenai pengertian interaksi sosial asosiatif, pengertian interaksi sosial disosiatif, bentuk bentuk interaksi sosial asosiatif dan bentuk bentuk interaksi sosial disosiatif.

Baca juga: 4 Contoh Teks Narasi Pengalaman Pribadi Bahasa Indonesia

Interaksi Sosial Asosiatif

Pengertian interaksi sosial asosiatif ialah hubungan timbal balik dalam masyarakat yang sifatnya positif. Interaksi sosial ini digunakan untuk memperkuat, membangun dan mempererat sikap solidaritas antar kelompok dalam masyarakat menjadi satu kesatuan yang utuh. Berikut bentuk bentuk interaksi sosial asosiatif beserta penjelasannya:

Kerja Sama (Cooperation)

Bentuk interaksi sosial asosiatif yang pertama ialah kerja sama atau cooperation. Kerja sama ialah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk kepentingan bersama. Kerja sama tersebut dapat dilakukan secara individu dengan individu, individu dengan kelompok, ataupun kelompok dengan kelompok. Untuk jenis kerja sama antar individu bertujuan untuk saling membantu, membangun dan mendukung satu sama lain agar mencapai tujuan tertentu bersama sama. Kerja sama dapat dibagi lagi menjadi beberapa bentuk. Berikut bentuk bentuk kerja sama:

  1. Kerukunan merupakan bentuk kerjasama dalam interaksi sosial asosiatif. Kerukunan tersebut sering terwujud dalam kehidupan bermasyarakat. Misalnya saling bergotong royong dalam membangun jembatan, masjid, membantu korban bencana banjir dan lain lain.
  2. Kooptasi merupakan bentuk kerjasama dalam interaksi sosial asosiatif. Kooptasi ialah proses penerimaan unsur baru dalam sebuah pelaksanaan politik atau kepemimpinan baru dalam organisasi masyarakat sebagai media untuk mencegah perpecahan dalam organisasi.
  3. Bergaining merupakan bentuk kerjasama dalam interaksi sosial asosiatif. Bergaining ialah tindakan tawar menawar yang terjadi antara dua individu atau lebih untuk memperoleh kesepakatan. Misalnya kegiatan tawar menawar antara pembeli dengan penjual dan sebagainya.
  4. Koalisi merupakan bentuk kerjasama dalam interaksi sosial asosiatif. Koalisi ialah kombinsi antara dua kubu yang berbeda demi tujuan yang sama. Misalnya koalisi dua partai yang berbeda untuk membuat para calonnya menang sebagai kepala daerah.
  5. Join Venture merupakan bentuk kerjasama dalam interaksi sosial asosiatif. Join venture ialah kerjasama antar berbagai pihak dalam menyelenggarakan usaha bersama dalam satu waktu. Bentuk kerja sama ini akan terus terjalin sampai tujuan mereka tercapai. Misalnya kerjasama antara dua perusahaan dalam melakukan sebuah proyek tertentu.

Akomodasi (Accomodation)

Bentuk interaksi sosial asosiatif selanjutnya ialah akomodasi atau accomodation. Akomodasi ialah hubungan/interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat, baik antar individu, antar kelompok maupun antara individu dengan kelompok untuk meredakan ketegangan. Bentuk interaksi sosial ini berguna untuk meredakan masalah atau konflik yang terjadi dalam masyarakat. Berikut bentuk bentuk akomodasi beserta penjelasannya:

  1. Koersi (coersion) merupakan bentuk akomodasi dalam interaksi sosial asosiatif yang dilakukan secara paksa, baik melalui psikis (tidak langsung) maupun fisik (langsung). Misalnya Adik dimarahi Ibu ketika adik ketahuan mencuri mainan temannya.
  2. Kompromi (compromize) merupakan bentuk akomodasi dalam interaksi sosial asosiatif yang dilakukan oleh dua pihak yang berkonflik guna mengurangi tuntunan satu sama lain agar masalah cepat teratasi. Misalnya perjanjian Gerilya antara pemerintah Indonesia dengan Belanda.
  3. Arbitrasi (Arbitration) merupakan bentuk akomodasi dalam interaksi sosial asosiatif yang berisi penyelesaian masalah antar dua pihak yang berkonflik melalui pihak ketiga. Pihak ketiga tersebut bertindak sebagai penentu dalam memecahkan masalah dan kedudukannya lebih tinggi dibandingkan kedua pihak tadi. Misalnya pertikaian antara pihak buruh dengan perusahaan yang ditengahi oleh Dinas Tenaga Kerja selaku pihak ketiga (penengah).
  4. Mediasi merupakan bentuk akomodasi dalam interaksi sosial asosiatif yang berupa penyelesaian masalah antar kedua pihak melalui pihak penengah (pihak ketiga). Pihak penengah tersebut sifatnya netral dalam menyelesaikan masalah, maka dari itu tidak akan memihak kubu manapun. Misalnya penyelesaian masalah antara Indonesia dengan gerakan Aceh Merdeka yang dibantu oleh pemerintah Firlandia.
  5. Konsiliasi (conciliation) merupakan bentuk akomodasi dalam interaksi sosial asosiatif yang berupa penyelesaian masalah dengan cara mempertemukan keinginan kedua belah pihak melalui lembaga tertentu demi kepentingan bersama. Misalnya konsultasi antara dinas perhubungan dengan supir angkutan terkait masalah tarif angkutan umum.
  6. Toleransi ialah kesadaran untuk saling menghormati yang harus dimiliki oleh pihak pihak yang bertikai demi mencegah adanya masalah nantinya. Misalnya saling menghormati dan menghargai agama lain.
  7. Ajudikasi (adjudication) ialah tindakan menyelesaikan masalah sengketa tanah melalui lembaga pengadilan atau meja hijau. Misalnya perebutan nama tanah antara dua belah pihak melalui pengadilan.
  8. Stalemate merupakan bentuk akomodasi dalam interaksi sosial asosiatif ketika kedua pihak yang bertikai memiliki tingkatan yang seimbang, sehingga tidak dapat maju maupun mundur. Misalnya pertikaian Iran dengan Amerika Serikat terkait isu nuklir.

Akulturasi

Bentuk interaksi sosial asosiatif selanjutnya ialah akulturasi. Akulturasi ialah masuknya budaya budaya baru ke dalam budaya sendiri tanpa menghilangkan ciri khas dan kepribadian asli dari budaya sendiri.

Asimilasi

Bentuk interaksi sosial asosiatif selanjutnya ialah asimilasi. Asimilasi ialah proses meleburnya dua kebudayaan atau lebih menjadi kebudayaan baru yang dimiliki oleh bersama. Bentuk interaksi sosial ini tidak mengenal adanya perbedaan.

Baca juga: Contoh Teks Editorial (Pengertian, Ciri, Struktur dan Kaidah Kebahasaan)

Interaksi Sosial Disosiatif

Pengertian interaksi sosial disosiatif ialah hubungan yang terjadi dalam masyarakat yang sifatnya negatif, Interaksi sosial ini dapat mengakibatkan perpecahan dalam kelompok masyarakat. Berikut bentuk bentuk interaksi sosial disosiatif beserta penjelasannya:

Kompetisi atau Persaingan

Bentuk interaksi sosial disosiatif yang pertama ialah kompetisi atau persaingan. Kompetisi atau persaingan ialah hubungan yang terjadi antar individu atau kelompok untuk memenangkan kompetisi secara adil/kompetitif sehingga tidak terjadi kekerasan fisik. Misalnya kompetisi SD A dan SD B dalam memenangkan perlombaan MIPA.

Perselisihan atau Konflik atau Pertentangan

Bentuk interaksi sosial disosiatif selanjutnya ialah perselisihan atau konflik atau pertentangan. Perselisihan atau konflik atau pertentangan ialah proses sosial yang terjadi antar kelompok atau individu dengan cara benturan fisik untuk mencapai tujuan tertentu melalui ancaman atau kekerasan. Misalnya perisiwa Rengasdengklok yang melibatkan golongan tua dengan golongan muda terkait pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Kontravensi

Bentuk interaksi sosial disosiatif selanjutnya ialah kontravensi. Kontravensi ialah usaha menggagalkan atau menghalangi individu atau kelompok dalam mencapai tujuannya dengan cara intimidasi, memfitnah, maupun provokasi. Misalnya usaha menjatuhkan nama baik salah satu cagub agar masyarakat tidak memilihnya.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian interaksi sosial asosiatif, pengertian interaksi sosial disosiatif, bentuk bentuk interaksi sosial asosiatif dan bentuk bentuk interaksi sosial disosiatif. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *