Penjelasan Faktor yang Mempengaruhi Pengeluaran Keringat Terlengkap
Proses Pengeluaran Keringat

Penjelasan Faktor yang Mempengaruhi Pengeluaran Keringat Terlengkap

Diposting pada

Penjelasan Faktor yang Mempengaruhi Pengeluaran Keringat Terlengkap – Organ tubuh manusia memiliki sistem kerja dan kegunaan yang berbeda beda. Seperti halnya organ tubuh dalam sistem pencernaan, produksi keringat, penyerapan makanan dan lain lain. Sebenarnya bagaimana proses pembentukan keringat tersebut? Apa saja faktor yang mempengaruhi pengeluaran keringat itu? Pemicu keringat dapat keluar tersebut tentunya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor dan sebab tertentu. Untuk itulah banyak sekali pertanyaan mengenai faktor pengeluaran keringat yang terdapat dalam tubuh manusia. Bahkan adapula orang yang rela mencari tahu faktor keringat dapat keluar dari tubuh.

Penjelasan Faktor yang Mempengaruhi Pengeluaran Keringat Terlengkap
Gambar Proses Pembentukan Keringat

Sebagian orang sering mengartikan keringat sebagai sesuatu hal yang dianggap kotor. Namun sebenarnya keringat tersebut tidak seperti yang dibayangkan karena munculnya keringat dapat dijadikan pertanda bahwa tubuh dalam kondisi yang baik ataupun sehat. Faktor keringat dapat keluar sebenarnya dapat dikategorikan menjadi beberapa macam jenis faktor pengeluaran keringat. Pada dasarnya tubuh manusia hampir seluruhnya ditutupi oleh kulit. Untuk itulah tubuh manusia hampir semuanya dapat mengeluarkan keringat. Apakah anda pernah berfikir bagaimana keringat tersebut dapat keluar dari pori pori tubuh? Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan beberapa faktor yang mempengaruhi pengeluaran keringat. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Penjelasan Faktor yang Mempengaruhi Pengeluaran Keringat Terlengkap

Kulit adalah salah satu jenis alat ekskresi tubuh manusia yang pada dasarnya memiliki beberapa faktor yang mempengaruhi pengeluaran keringat. Faktor pengeluaran keringat tersebut terjadi ketika pori pori tubuh membuka dan menghasilkan jumlah keringat tertentu sesuai dengan kadar suhu pada tempat tersebut. Keringat yang keluar dari pori pori kulit merupakan hasil metabolisme pada jaringan tubuh yang sifatnya beracun. Untuk itulah ada beberapa faktor keringat dapat keluar dari tubuh. Kulit sendiri tidak hanya digunakan sebagai alat ekskresi tubuh, tetapi juga dijadikan sebagai pelindung jaringan tubuh yang terdapat dibawahnya agar secara fisik tidak rusak karena gesekan, penyinaran, zat kimia, ataupun kuman penyakit.

Baca juga : Cara Reproduksi Ascomycota dan Zygomycota Beserta Ciri Cirinya

Kulit juga digunakan sebagai alat penerima rangsangan yang berada diluar tubuh, alat pengatur suhu pada tubuh dan alat yang berguna untuk mengurangi kadar air dalam tubuh. Lalu apa saja faktor yang mempengaruhi pengeluaran keringat itu? Faktor pengeluaran keringat tersebut pastinya berkaitan dengan kulit itu sendiri. Hal ini dikarenakan kulit bertugas untuk menjaga stabilitas suhu tubuh agar tetap dalam kondisi normal. Jika dalam tubuh manusia terdapat suhu yang tinggi, maka keringat akan dikeluarkan melalui pori pori kulit karena kalor dari luar tubuh akan diserap oleh kulit itu sendiri.

Penjelasan Faktor yang Mempengaruhi Pengeluaran Keringat Terlengkap
Proses Pengeluaran Keringat

Apa saja faktor yang mempengaruhi pengeluaran keringat itu? Sebelum membahas tentang faktor keringat dapat keluar, saya akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai proses keringat dapat dikeluarkan. Otak manusia memiliki Hipotalamus yang berfungsi sebagai pengatur keluarnya keringat dari tubuh. Hipotalamus tersebut akan menghasilkan enzim brandikinin yang akan mempengaruhi sistem kerja kelenjar keringat. Bahkan ketika terjadinya perubahan suhu tubuh maka hipotalamus (pusat pengatur suhu) akan menerima rangsangan. Rangsangan ini akan dikirim menuju saraf simpatik sampai akhirnya dapat diterima oleh kelenjar keringat. Kemudian air garam dan urea akan diserap sedikit demi sedikit oleh kelenjar keringat. Setelah itu akan dikirim menuju kapiler dara dan akan membentuk keringat pada permukaan kulit. Suhu dapat dijadikan salah satu faktor pengeluaran keringat dalam tubuh.

Sebuah keringat akan dihasilkan oleh lapisan keringat yang terdapat pada lapisan kulit jangat atau lapisan dermis. Di bawah ini saya akan membagikan beberapa faktor yang mempengaruhi pengeluaran keringat. Adapun penjelasan mengenai masing masing faktor keringat dapat keluar yaitu sebagai berikut:

Suhu Lingkungan di Sekitar

Faktor pengeluaran keringat yang pertama adalah suhu lingkungan di sekitar. Faktor yang mempengaruhi pengeluaran keringat tersebut pada dasarnya disebabkan oleh peningkatan suhu tubuh, baik dari dalam tubuh atau dari lingkungan sekitar itu sendiri. Faktor keringat dapat keluar tersebut dipengaruhi oleh kelenjar keringat yang mengandung kelenjar ekrin untuk melakukan proses pengeluaran keringat. Pada dasarnya keringat akan keluar dengan jumlah yang banyak ketika seseorang berada di tengah teriknya matahari sehingga menyebabkan orang tersebut merasa kehausan. Keringat ini dapat keluar karena kelenjar ekrin melakukan aktivitas pada kulit jangat yang notabennya terletak pada kelenjar keringat.

Baca juga : Contoh Tumbuhan Dikotil dan Monokotil Beserta Penjelasan

Jenis Aktivitas Seseorang

Faktor pengeluaran keringat selanjutnya adalah jenis aktivitas seseorang. Biasanya faktor yang mempengaruhi pengeluaran keringat ini dapat dijadikan sebagai pemicu pengeluaran keringat tersebut. Banyak sedikitnya keringat yang keluar sangat dipengaruhi oleh jenis aktivitas yang dilakukannya. Untuk itu jenis pekerjaan yang cenderung mengeluarkan keringat yang banyak biasanya seperti pekerja berat ataupun olahragawan. Lantas bagaimana keringat dapat keluar? Keringat dapat kerluar dengan banyak karena orang tersebut melakukan aktivtas berat hingga membuat suhu tubuhnya menjadi meningkat. Setelah itu kalor dalam tubuh akan diserap oleh kulit dan merangsang kelenjar keringat sampai pada akhirnya keringat dapat keluar dari pori pori kulit.

Gejolak Emosi

Faktor pengeluaran keringat selanjutnya adalah gejolak emosi. Ternyata emosi juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pengeluaran keringat. Faktor keringat dapat keluar karena emosi yang bergejolak ini tentunya sering dialami oleh orang banyak. Misalnya ketika seseorang mengalami perasaan bahagia yang berlebihan, maka emosi seperti inilah yang akan memicu kelenjar keringat untuk memproduksi dan mengeluarkan keringat dari pori pori kulit.

Hipotalamus

Faktor pengeluaran keringat selanjutnya adalah hipotalamus. Hipotalamus dapat dikategorikan sebagai faktor yang mempengaruhi pengeluaran keringat. Hipotalamus tersebut dapat digunakan untuk mengendalikan kelenjar keringat dan biasanya letaknya berada di bagian otak manusia. Banyak sedikitnya keringat yang keluar sangat dipengaruhi oleh sistem kerja hipotalamus. Untuk itulah hipotalamus dapat dijadikan sebagai pengendali fungsi tubuh yang peka dengan suhu. Untuk itulah mekanisme pembentukan keringat dapat berasal dari rangsangan yang diperoleh oleh kelenjar keringat.

Baca juga : Macam Macam Sendi (Pengertian, Fungsi dan Komponen)

Faktor keringat dapat keluar di atas merupakan penjelasan mengenai masing masing faktor yang mempengaruhi pengeluaran keringat. Seperti yang telah kita ketahui bahwa faktor pengeluaran keringat dapat berasal dari dalam atau luar tubuh. Sebelum itu apakah anda tahu bahwa jenis jenis dari kelenjar keringat itu? Kelenjar keringat dapat dibagi menjadi dua macam yakni kelenjar keringat apokrin dan ekrin. Jenis jenis kelenjar keringat tersebut mempunyai hasil komposisi keringat dan fungsi yang berbeda beda. Kelenjar ekrin biasanya terdapat di seluruh bagian permukaan tubuh, terutama di bagian wajah, telapak kaki dan telapak tangan. Keringat yang dihasilkan tersebut akan berwujud air garam. Selain itu fungsi kelenjar ekrin ini sebagai pengatur suhu dalam tubuh manusia.

Kemudian kandungan dalam kelenjar keringat apokrin tersebut berupa lemak. Kelenjar apokrin ini terletak di sekitar ketiak maupun alat kelamin. Biasanya hasil aktivitas dari kelenjar tersebut akan meninggalkan bau karena propioni bacteri dan bakteri dypteroid aerob akan memecahkan komposisi organisnya. Contohnya keratinin, minyak hasil keringat dan urea. Faktor keringat dapat keluar yang wajar biasanya akan berdampak baik untuk tubuh. Tetapi jika faktor pengeluaran keringat sangat berlebihan maka jumlah keringatnya akan lebih banyak dan garam dalam darah juga akan berkurang. Maka dari itu tubuh akan mengalami dampak buruk dan akan cepat merasa haus. Inilah penjelasan mengenai beberapa faktor yang mempengaruhi pengeluaran keringat. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda dan terima kasih telah membaca materi faktor pemicu pengeluaran keringat di atas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *