Penulisan Judul Karangan/Karya Ilmiah/Makalah Sesuai PEUBI
Penulisan Judul Sesuai PEUBI

Penulisan Judul Karangan/Karya Ilmiah/Makalah Sesuai PEUBI

Diposting pada

Penulisan Judul Karangan/Karya Ilmiah/Makalah Sesuai PEUBI – Untuk membuat sebuah karangan/karya ilmiah/makalah tentunya diperlukan sesuatu yang terkesan menarik perhatian pembacanya. Lalu apa yang menarik perhatian itu? Mungkin ada yang berpendapat bahwa sebuah karangan yang menarik terletak di bagian kepadatan riset, rangkaian narasi, alur penceritaan, ataupun pilihan diksi. Namun sebenarnya hal utama yang paling menarik perhatian pembaca pertama kali ialah judul dari karangan/karya ilmiah/makalah itu sendiri. Lalu bagaimana cara penulisan judul karangan/karya ilmiah/makalah yang sesuai PEUBI? Penulisan judul sesuai PEUBI tersebut memiliki kriterianya sendiri. PEUBI sendiri singkatan dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

Penulisan Judul Karangan/Karya Ilmiah/Makalah Sesuai PEUBI
Penulisan Judul Sesuai PEUBI

Judul adalah bagian yang berisi serangkaian kalimat yang membuat pembaca dapat menilai mutu tulisan kita pertama kali karena terletak di bagian paling atas karangan/karya ilmiah/makalah. Penulisan judul sesuai PEUBI tersebut harus berisi tentang rangkaian kalimat yang sesuai kaidah, unik, rapi, kontekstual dan menarik. Hal ini dikarenakan cara penulisan judul yang tidak benar dan amburadul dapat membuat pembacanya enggan untuk membaca karya tulis kita. Nah dalam pembahasan kali ini saya akan menjelaskan tentang cara penulisan judul karangan/karya ilmiah/makalah sesuai PEUBI. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Penulisan Judul Karangan/Karya Ilmiah/Makalah Sesuai PEUBI

Penulisan judul karangan/karya ilmiah/makalah yang sesuai dengan PEUBI ini diharapkan agar dapat meminimalisir kesalahan yang mungkin terjadi. Untuk itu cara penulisan judul sesuai PEUBI ini dapat membuat karangan/karya ilmiah/makalah kita dapat lebih menarik. Dengan begitu dapat menarik perhatian pembaca agar membaca karya tulis yang kita buat. Berikut cara penulisan judul yang benar yaitu sebagai berikut:

Baca juga : Contoh Karangan Persuasi Tentang Narkoba Terbaru

Setiap Huruf di Awal Kalimat Menggunakan Huruf Kapital

Cara penulisan judul karangan/karya ilmiah/makalah yang pertama memiliki aturan yaitu setiap huruf di awal kalimat harus menggunakan huruf kapital. Adapun contoh penulisan judul sesuai PEUBI yang salah yaitu MAKALAH ASAS ASAS HUKUM PERDATA. Cara penulisan judul tersebut tergolong salah karena segi kerapiannya tidak diimbangi. Maka dari itu cara konvensional banyak yang dipilih. Untuk itu cara penulisan judul yang benar ialah setiap awal kata harus ditulis menggunakan huruf kapital, apalagi huruf yang terletak di kata terdepan. Misalnya Tangkuban Perahu, Malin Kundang, Siti Nurbaya, dan sebagainya. Aturan penulisan judul yang benar sesuai dengan PEUBI ini berlaku untuk semua jenis kata seperti keterangan, nama, sifat dan tempat. Namun adapula beberapa kata yang dikecualikan seperti yang akan saya jelaskan selanjutnya.

Menggunakan Huruf Kecil pada Konjungsi, Interjeksi dan Preposisi

Cara penulisan judul karangan/karya ilmiah/makalah selanjutnya memiliki aturan yaitu menggunakan huruf kecil pada konjungsi, interjeksi dan preposisi. Penulisan judul sesuai PEUBI ini harus memperhatikan peran konjungsi, interjeksi dan preposisi dalam karangan tersebut. Pengertian preposisi sendiri ialah kata depan yang disertai dengan kata lainnya. Kata preposisi berguna untuk memaparkan dan menjelaskan kesinambungan pada kata sebelum dan sesudahnya. Adapun kata kata yang termasuk preposisi yaitu daripada, di, dalam, ke, bak, yaitu, mengenai, pada, terhadap, sebab, kepada, bagi, secara, untuk, tentang, ala, dan sebagainya. Adapun contoh penulisan judul yang menggunakan preposisi yaitu sebagai berikut:

Contoh Penulisan Judul Karangan/Karya Ilmiah/Makalah Menggunakan Preposisi:

  • Tips Memasak Ikan ala Chef Marinka
  • Surat dari Amerika
  • Berlayar ke Negeri Seberang

Kemudian penulisan judul karangan/karya ilmiah/makalah juga harus memperhatikan kongjungsi yang digunakan. Untuk itu cara penulisan judul sesuai PEUBI yang mengandung konjungsi harus ditulis dengan huruf kecil. Pengertian konjungsi sendiri ialah kata sambung. Konjungsi digunakan untuk menghubungkan ungkapan dengan ungkapan, kata dengan kata dan kalimat dengan kalimat. Namun kata ini tidak mempunyai arti khusus jika berdiri sendiri. Adapun kata yang termasuk dalam konjungsi yaitu kemudian, dan, ketika, karena, atau, untuk, seandainya, sehingga, tetapi, kalau, pun, oleh, supaya, bahwa, seperti. Berikut contoh penulisan judul yang menggunakan konjungsi yaitu sebagai berikut:

Baca juga : Contoh Karangan Persuasi Tentang Sampah Terbaru

Contoh Penulisan Judul Karangan/Karya Ilmiah/Makalah Menggunakan Konjungsi:

  • Si Rajin dan Si Malas
  • Cara Berternak Ikan di Kolam Air Payau

Selanjutnya penulisan judul karangan/karya ilmiah/makalah juga harus memperhatikan interjeksi yang digunakan. Untuk itu cara penulisan judul sesuai PEUBI yang mengandung interjeksi harus ditulis dengan huruf kecil. Pengertian interjeksi sendiri ialah kata seru yang menjelaskan tentang isi hati dari pembicaranya. Penulisan judul karangan yang serius memang jarang menggunakan kata kata interjeksi. Namun untuk kategori karya narasi ekspresif sering menggunakan kata interjeksi ini. Adapun kata yang termasuk interjeksi yaitu amboi, Alhamdulillah, wah, lho, duh, ah, cih, wow, ih, yuk, dan sebagainya. Adapun contoh penulisan judul yang menggunakan interjeksi yaitu sebagai berikut:

Contoh Penulisan Judul Karangan/Karya Ilmiah/Makalah Menggunakan Interjeksi:

  • Gaya Berpakaian Syahrini Tidak Kalah dengan Adiknya, lho!
  • Jalan Jalan ke Jepang, yuk!

Penulisan judul karangan/karya ilmiah/makalah yang mengandung konjungsi, interjeksi ataupun preposisi pada dasarnya harus ditulis menggunakan huruf kapital jika terletak di awal judul. Untuk itu penulisan judul sesuai PEUBI ini harus berpedoman pada kaidah yang berlaku.

Memperhatikan Kaidah Huruf Kapital Untuk Kata Ulang

Cara penulisan judul karangan/karya ilmiah/makalah selanjutnya memiliki aturan yaitu berkaitan dengan kaidah huruf kapital untuk kata ulang. Penulisan judul sesuai PEUBI juga membahas tentang judul yang menggunakan kata ulang. Kata ulang tersebut merupakan kata dasar yang mengalami reduplikasi atau pengulangan. Untuk jenis kata ulang semu dan kata ulang dwilingga (murni) yang terletak di awal kata harus ditulis menggunakan huruf kapital. Hal ini dikarenakan sifat katanya yang tidak sewajarnya berubah. Berikut contoh penulisan judul yang benar:

  • Keinginanku Memiliki Kura-Kura Peliharaan
  • Berkeliaranlah Kumbang-Kumbang Desa
  • Sayap-Sayap Peri Kecil
  • Tua-Tua Keladi

Baca juga : 30 Contoh Kalimat Menggunakan Kata Sandang Sang dan Si

Kemudian penulisan kata ulang dwipurwa, kata ulang sebagian, kata ulang yang mengalami perubahan dan kata ulang berimbuhan yang terletak di awal judul dapat di tulis menggunakan huruf kapital. Adapun contoh penulisan judul karangan/karya ilmiah/makalah sesuai PEUBI nya:

  • Gerak-Gerik Tikus Berdasi
  • Berjalan-jalan di Kota Solo
  • Cerai-berai Keluargaku

Dalam menerapkan penulisan judul sesuai PEUBI harus memperhatikan tata kalimat dan bentuk kalimatnya. Dengan begitu kita tahu kata mana saja yang akan di tulis menggunakan huruf kapital. Penulisan judul karangan yang benar, menarik, rapi dan elok dipandang akan memberikan nilai positif dari pembacanya. Demikianlah penjelasan mengenai penulisan judul karangan/karya ilmiah/makalah sesuai PEUBI. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih telah membaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *