Penyebab Peristiwa di Hotel Yamato Surabaya Pada 1945 Lengkap
Insiden Hotel Yamato Surabaya

Penyebab Peristiwa di Hotel Yamato Surabaya Pada 1945 Lengkap

Diposting pada

Penyebab Peristiwa di Hotel Yamato Surabaya Pada 1945 Lengkap – Masyarakat Surabaya mengenang hari terjadinya perobekan bendera Indonesia (bendera Merah Putih) di Hotel Yamato pada tanggal 19 September 1945. Sekarang ini Hotel Yamato Surabaya dijadikan sebagai bangunan bersejarah dan dikenal dengan nama Hotel Majapahit Surabaya. Lalu apa yang menjadi penyebab peristiwa Hotel Yamato di Surabaya itu? Apa yang melatarbelakangi peristiwa bersejarah di Surabaya ini?

Penyebab Peristiwa di Hotel Yamato Surabaya Pada 1945 Lengkap
Insiden Hotel Yamato Surabaya

Terjadinya peristiwa tersebut disebabkan oleh perundingan antara Mr. V. Ch Ploegman dengan Sudirman yang gagal. Kegagalan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menurunkan bendera Belanda. Namun malah membuat bendara Merah Putih menjadi dirobek oleh penjajah. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang penyebab peristiwa di Hotel Yamato Surabaya pada 1945 lengkap. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Penyebab Peristiwa di Hotel Yamato Surabaya Pada 1945 Lengkap

Peristiwa Hotel Yamato di Surabaya tahun 1945 disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor inilah yang menjadi latar belakang terjadinya peristiwa tersebut. Adapun beberapa penyebabnya yaitu sebagai berikut:

Baca juga : Sejarah Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Masa Orde Baru

Kedatangan Tentara Belanda dan Inggris dalam AFNEI

Penyebab peristiwa di Hotel Yamato Surabaya yang pertama ialah kedatangan tentara Belanda dan Inggris dalam AFNEI. Pada awalnya di intermiran sudah tidak ada kaitannya dengan Indo Belanda dan Jepang. Setelah itu dengan bantuan dari Jepang secara penuh dibentuklah organisasi Komite Kontak Sosial. Intercross atau Palang Merah Indonesia menjadi sponsor pembentukan komite tersebut. Namun dibalik intercross itu terdapat kegiatan politik yang dilakukan oleh mereka. Bahkan mereka mengupayakan beberapa tempat dan gudang untuk diambil alih. Seperti halnya dalam catatan sejarah kota Surabaya yang menyebutkan perebutan Hotel Yamato. Pihak Belanda dengan Sekutu datang bersama dengan sekelompok Intercross Jakarta dalam Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI). Jepang mengadministrasi rombongan sekutu yang bertempat di Hotel Yamato Surabaya. Kemudian untuk sekelompok Intercrossnya berada di gedung Setan, Jalan Tunjungan 80 Surabaya, namun pihak Pemerintah Karesidenan Surabaya belum memberikan izin. Lalu Rehabilitation of Allied Prisoners of War and Inernees (RAPWI) menjadikan Hotel Yamato sebagai markasnya sejak saat itu. RAPWI sendiri merupakan bantuan rehabilitasi yang diberikan kepada Intermiran dan tawanan perang. Inilah yang menjadi penyebab peristiwa Hotel Yamato di Surabaya.

Pembentukan Organisasi Kipas Hitam

Penyebab peristiwa di Hotel Yamato Surabaya selanjutnya ialah pembentukan organisasi kipas hitam. Pembentukan organisasi Kipas Hitam yang dilakukan oleh anak muda Indo Belanda telah terdengar sejak beberapa hari sebelum bendera Belanda dikibarkan. Organisasi ini bertujuan untuk mencegah gerakan kemerdekaan Indonesia satu bulan sebelum pemroklamasian pada tanggal 17 Agustus 1945. Mereka sebenarnya merupakan Netherlands Indies Civil Administration (NICA) yang mencari perlindungan dari Sekutu di Allied Command karena ingin merebut kekuasaan kembali di Indonesia. Kemudian wartawan dari Kantor Berita Antara merasa marah karena melihat hal tersebut dengan jelas. Kemudian berita ini disebarkan ke kelompok pergerakan dengan segera. Keadaannya semakin panas dan akhirnya di Hotel Yamato terdapat pengibaran bendera Belanda dibagian tiang tertingginya. Inilah yang menjadi salah satu penyebab perististiwa Hotel Yamato di Indonesia.

Baca juga : Perbedaan Candi Jawa Tengah dan Jawa Timur Beserta Contoh Lengkap

Pengibaran Bendera Belanda

Penyebab peristiwa di Hotel Yamato Surabaya selanjutnya ialah pengibaran Bendera Belanda yang dijadikan sebagai monumen sejarah Tugu Pahlawan. Pada tanggal 19 September 1945, Mr. W.V.Ch Ploegman memimpin sekelompok orang Belanda untuk mengibarkan bendera Belanda di malam hari pada pukul 21.00 di tiang Hotel Yamato sebelah utara yang paling tinggi tanpa memperoleh persetujuan dari pemerintah RI, khususnya wilayah Surabaya. Kemudian pemuda marah melihat bendera tersebut di esok harinya karena kedaulatan Indonesia dianggap telah dihina oleh Belanda dan kekuasaan di Indonesia ingin dikembalikan sekaligus melecehkan Bendera Merah Putih yang dikibarkan di Surabaya. Dalam waktu singkat disemua Kota Surabaya telah menyebbar berita ini sampai kemarahan massa sampai memenuhi Jalan Tanjungun. Bahkan terus berdatangan para massa sampai halaman hotel dipadati serta halaman gedung disebelahnya juga menjadi padat. Sementara itu beberpa tentara Jepang berada di halaman hotel bagian belakang untuk mengendalikan dan menjaga keadaan agar tetap stabil.

Gagalnya Perundingan Ploegman dengan Sudirman

Penyebab peristiwa di Hotel Yamato Surabaya selanjutnya ialah gagalnya perundingan ploegman dengan Sudirman. Di kala itu Residen Sudirman yang menjabat sebagai Residen Daerah Surabaya Pemerintah RI (diplomat dan pejuang) datang setelah berkumpulnya massa dan dengan kawalan Haroyono serta Sidik, beliau masuk ke Hotel Yamato. Saat itu residen Sudirman diakui oleh pemerintah Dai Nippon Surabaya sebagai fuku Syuco Gunseikan atau wakil residen. Setelah itu Sudirman melakukan perundingan dengan Mr. Ploegman sebagai perwakilan RI dan memberikan permintaan untuk menurunkan bendera Belanda dari Hotel Yamato secepatnya. Pihak Belanda melakukan penolakan atas pengakuan kedaulanan Indonesia dan menolak bendera Belanda untuk diturunkan dari hotel Yamato dalam perundingan tersebut. Pada akhirnya membuat semakin memanas di perundingan ini dan sampai menimbulkan perkelahian karena Ploegman mengeluarkan pistol. Kemudian Sidik mencekik Ploegman sampai meninggal, namun karena mendengar letusan pistol Ploegman membuat tentara Belanda membunuh Sidik juga. Hal ini yang menjadi insiden peristiwa Hotel Yamato di Surabaya. Tetapi di kala itu Hariyono dan Sudirman langsung keluar dari Hotel untuk melarikan diri. Inilah yang menjadi salah satu penyebab peristiwa Hotel Yamato di Surabaya.

Gejala Pihak Belanda Kembali Ingin Menjajah

Penyebab peristiwa di Hotel Yamato Surabaya selanjutnya ialah gejala pihak Belanda kembali ingin menjajah. Indonesia ingin dikuasai Belanda kembali setelah proklamasi kemerdekaan. Namun hal ini disadari oleh para pemuda Indonesia. Maka dari itu para anak kampung dan pemuda Surabaya merampas mobil Jepang untuk mempertahankan persatuan RI di Surabaya. Selain itu mereka juga menempelkan kertas merah putih ke kaca mobil Jepang yang lewat. Para pemuda Surabaya telah melucuti senjata serdadu Jepang di gudang dan markas Kempetai terlebih dahulu sebelum tentara Sekutu melakukannya.

Baca juga : Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar Lengkap

Kemudian para pemuda selama dua hari melakukan koordinasi di Gedung Nasional Indonesia (GNI) pada tanggal 21 September setelah rapat Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID) dan membentuk Pemuda Republik Indonesia (PRI) sebagai badan perjuangan. PRI adaah organisasi yang tidak melihat adanya golongan atau perbedaan sesuai dengan kesepakatan dalam rapat. Kemudian banyak cara dan taktik yang dibahas dalam rapat untuk melucuti sejata Jepang serta melawan tentara Sekutu. Semangat perjuangan dan rasa permusuhan ditanamkan ke dalam diri pemuda untuk bermusuhan dengan tentara Sekutu. Hal ini dilakukan oleh Cak Roes atau Roeslan Abdul Gani.

Perobekan Bendera Belanda

Penyebab peristiwa di Hotel Yamato Surabaya selanjutnya ialah perobekan bendera Belanda. Kegagalan perundingan diketahui oleh pemuda yang berada di luar hotel. Kemudian mereka mendobrak masuk langsung ke dalam hotel dan di lobi hotel Yamato terjadi perkelahian. Bendera Belanda diturunkan dengan paksa oleh sebagian pemuda yang naik ke atas hotel. Setelah itu Hariyono kembali masuk ke hotel setelah sebelumnya bersama dengan Sudirman. Kemudian bendera Belanda berhasil diturunkan oleh Kusno Wibowo dan Hariyono. Lalu mereka merobek bendera itu di bagian birunya dan menaikkan kembali ke tiang sampai atas. Di bawah Hotel terdapat massa yang menyambutnya dengan mengucapkan merdeka secara terus menerus. Sekian penjelasan mengenai beberapa penyebab peristiwa di Hotel Yamato Surabaya pada 1945 lengkap. Peristiwa Hotel Yamato di Surabawa diakhiri dengan perobekan bagian biru pada bendera Belanda. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *