Penyebab Peristiwa Tanjung Priok 1984 Lengkap
Terjadinya Peristiwa Tanjung Priok 12 September 1984

Penyebab Peristiwa Tanjung Priok 1984 Lengkap

Diposting pada

Penyebab Peristiwa Tanjung Priok 1984 Lengkap – Sejak tahun 1980an awal, terdapat beberapa kampanye yang gencar dilakukan oleh pemerintah dalam menyatakan asas tunggal berupa Pancasila sebagai bentuk kebijakan RUU Asas Tunggal Pancasila dalam politik orde baru. Asas tunggal yang ditetapkan tersebut adalah ketentuan bagi semua organisasi di Republik Indonesia untuk tidak menggunakan asas lain dan harus berlandaskan pada asas Pancasila ini. Di masa itu, bagi siapapun yang tidak menjalankan organisasi dengan berdasar pada Pancasila akan dianggap sebagai anti Pancasila karena berbeda dengan kebijakan politik pemerintahan Indonesia. Lantas apa penyebab tanjung priok 12 September 1984 itu?

Penyebab Peristiwa Tanjung Priok 1984 Lengkap
Terjadinya Peristiwa Tanjung Priok 12 September 1984

Ketetapan Pancasila yang digunakan untuk asas tunggal banyak ditolak oleh masyarakat, khususnya wilayah Jakarta. Di bagian Utara Jakarta terdapat situasi yang tegang karena beberapa minggu ada isu keagamaan dan politik sebelum terjadinya peristiwa tersebut. Kritik keras kepada pemerintah Orde Baru banyak disisipkan oleh para ulama hampir setiap minggu di masjid masjid. Mereka melakukan aksi protes terkait asas di Indonesia yang satu satunya berupa Pancasila atas dasar paksaan. Inilah yang menjadi awal penyebab tanjung priok 12 september 1984. Kalo ini saya akan menjelaskan tentang penyebab peristiwa tanjung priok 1984 lengkap. Untuk lebih jelasnya dpat anda simak di bawah ini.

Penyebab Peristiwa Tanjung Priok 1984 Lengkap

Penyebab Tanjung Priok 1984 sendiri dimulai ketika Abdul Qodir Jaelani (seorang ulama) sering melakukan khotbah di musala As Saadah terkait asas tunggal yang bernama Pancasila untuk ditentang. Banyak gelombang ketidakpuasan yang muncul akibat kebijakan orde baru ini, bahkan dijadikan sebagai puncak peristiwa terjadinya Tanjung Priok tersebut. Pada awalnya terdapat aksi penahanan dan kekerasan kepada empat orang warga yang menjadi asal mula penolakan dalam bentuk demontrasi terhadap satu satunya asas berupa Pancasila ini. Keempat orang tersebut seperti Syafwan Sulaeman, Muhammad Nur, Achmad Sahi, dan Syarifuddin Rambe.

Baca juga : Penyebab Peristiwa di Hotel Yamato Surabaya Pada 1945 Lengkap

Penahanan keempat orang tadi dilakukan setelah aksi pembakaran sepeda motor milik Babinsa. Dari sinilah akan menjadi latar belakang peristiwa Tanjung Priok yang cukup mengerikan. Di bawah ini terdapat penjelasan mengenai penyebab peristiwa Tanjung Priok 1984 lengkap yaitu sebagai berikut:

Penyebab Peristiwa Tanjung Priok

Aksi pembakaran tersebut dipicu dengan aksi provokasi dari oknum Babinsa yang diperdengarkan kepada masyarakat di Masjid/Musala As Saadah dan penahanan tersebut ditolak oleh mereka. Penyebab Tanjung priok ini di awali dengan peristiwa 8 September 1984 pada masa orde baru. Di kala itu Sersan Satu Hermanu selaku Sersan Babinsa (Bintara Pembina Desa) menuju ke Masjid As Saadah, gang IV Kota, Tanjung Priok, Jakarta Utara bersama rekannya dari Koramil. Tujuan mereka berdasarkan kesaksian Abdul Qodir ialah membersihkan brosur dan spanduk yang berisi penentangan pemerintah berbentuk dakwah di dalam masjid tersebut. Hal ini dilakukan oleh petugas sendiri karena para jamaah menolak melakukannya.

Setelah itu terdapat penyebaran isu secara luas bahwa area masjid dimasuki oleh para Babinsa tanpa melepas alas kaki. Tindakan tersebut melanggar batas suci masjid sebagai bentuk etika umum di masjid sehingga tergolong dalam pelanggaran serius. Selain itu adapula isu yang menjelaskan bahwa pamflet yang ditempel tadi dibersihkan menggunakan air comberan dikarenakan peralatannya tidak tersedia. Ini juga menjadi salah satu penyebab peristiwa Tanjung Priok. Di kala itu para Babinsa bertengkar dengan beberapa jamaah di musala, pada saat para petugas datang dan melerai keduanya akhirnya pertengkaran dapat berhenti. Kemudian keduanya dibawa ketempat yang tidak jauh dari situ yaitu menuju ke kantor pengurus Masjid Baitul Makmur. Pada akhirnya banyak masyarakat yang berdatangan ke masjid karena kabar sudah terlanjur menyebar.

Pada umumnya penyebab Tanjung Priok tersebut di awali dengan adanya pembakaran sepeda motor milik Babinsa. Saat pertengkaran itu, para pengurus masjid Baitul Makmur bertugas sebagai penengah antara para Babinsa dengan beberapa jamaah. Penerus masjid tersebut yaitu Sofwab dan Sulaeman yang mencoba menyelesaikan pertengkaran dengan cara musyawarah. Tetapi motor milik Hermanu terlanjur dibakar oleh massa karena sudah emosi. Akibatnya para pengurus masjid tersebut ditangkap seperti Sulaeman, Mumammad Nur, Rambe, dan Ahmad Sahi.

Baca juga : Sejarah Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Masa Orde Baru

Terjadinya Peristiwa Tanjung Priok

Setelah menjelaskan tentang penyebab peristiwa Tanjung Priok di atas. Selanjutnya saya akan menjelaskan tentang terjadinya peristiwa Tanjung Priok secara garis besar. Di kala itu massa meminta bantuan salah satu tokoh masyarakat bernama Amir Biki yang dianggap dapat menjadi jembatan penengah dengan tentara Koramin dan Kodim. Amir Biki memang mempunyai hubungan dengan para pejabat militer yang luas di Jakarta sehingga dimintai bantuan sebagai jalan penengah diantara keduanya. Kemudian Amir Biki menuju tempat penahanan keempat orang yang berada di kantor Kodim Jakarta Utara dan melakukan pertemuan dengan Kolonel Sapurno selaku As Intel Kodam V Jaya.

Pertemuan antara Kolonel Sapurno dengan Amir Biki ternyata tidak memperoleh respon baik. Bahkan respon juga tidak baik dan tidak berhasil dengan Pangdam Jaya Mayhen. Kemudian Amir Biki menghubunngi kantor Kodim 0502 pada tanggal 12 Septemper dan memberikan para petugas piket berupa ultimatum yang isinya bertujuan agar keempat orang tahanan tadi dapat dibebaskan dengan waktu pembebasan maksimal pukul 23.00 WIB. Setelah itu para umat Islam di Jakarta dan sekitarnya diundang oleh Amir Biki beserta beberapa tokoh agama lain dan menunggunya dalam acara Tabligh Akbar.

Latar belakang peristiwa Tanjung Priok terjadi pada tanggal 12 September 1984 ketika massa berkumpul sekitar 1500 – 3000 orang memberikan tuntutan agar ke empat orang yang ditahan dapat dibebaskan. Awal kedatangan mereka berasal dari Pelabuhan Tanjung Priok, kemudian menuju ke Polres Tanjung Priok dan sebagian lagi menuju Kodim. Namun pasukan militer yang lengkap dengan senjatanya telah menghadang massa yang pergi ke Polres Tanjung Priok, bahkan disana juga terdapat panser (alat berat). Secara otomatis senapan ditembakkan oleh tentara karena massa terus bergerak maju. Dengan beringasnya dan tidak berhenti, para aparat terus melakukan tembakan meski ribuan orang panik berlari dan banyak korban yang berjatuhan. Hal ini dikarenakan adanya penyebab peristiwa Tanjung Priok tersebut.

Nasib yang serupa juga dialami oleh rombongan Amir Biki di sekitaran Kodim, bahkan sampai membuat Amir Biki tewas ditempat. Setelah terjadinya peristiwa ini, kemudian para korban penembakan diangkut menggunakan truk tentara untuk diantarkan menuju RSPAD Gatot Subroto. Diperkirakan jumlah korban berdasarkan investigasi Sontak (Solidaritas Nasional untuk Peristiwa Tanjung Priok) hingga 400 orang meninggal, namun belum tergolong orang yang luka luka ataupun cacat. Meski begitu jumlah korban berdasarkan pemerintah tidak sampai ke angka tersebut. Korban tewas dan luka luka yang dicatat dalam data Komnas HAM hanya mencapai 24 orang dan 55 orang saja. Sampai sekarang masih simpang siur secara detail bagaimana latar belakang peristiwa Tanjung Priok dan penyebab Tanjung Priok itu sendiri.

Baca juga : Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Beserta Gambar Lengkap

Memang penyebab peristiwa Tanjung Priok belum diketahui secara detail. Namun konon di Tanjung Priok suasananya terasa masih mencekam meski sudah dua tahun setelah terjadinya peristiwa tersebut. Pada waktu itu diantara massa ada yang membawa bensin dan senjata tajam berdasarkan pendapat Pangkopkamtib LB. Moerdani sehingga dapat dijadikan alasan tindakan dari para aparat yang cukup brutal saat massa sulit dibubarkan. Setelah itu aparat TNI menangkap dan menggeledah orang orang yang dicurigasi berkaitan dengan peristiwa Tanjung Priok setelah terjadinya tragedi tersebut. Para tersangka ditangkap oleh mereka di sekitar lokasi penembakan atau dirumah.

Berakhirnya penyebab Tanjung Priok tersebut ialah kebrutalan pembunuhan dan kerusuhan yang terjadi sampai akhirnya berlanjut ke sidang subversi. Dalam sidang tersebut terhadap hukuman bagi sejumlah orang yang secara sah telah melawan pemerintah. Adapun beberapa orang tersebut yaiitu Salim Qadar memperoleh hukumn penjara selama 20 tahun, Ratono menghadapi hukuman atas penyelewengan dan perongrongan haluan negara maupun ideologi, penangkapan dan penjatuhan hukuman bagi Abdul Qadir Djaelani serta hukuman penjara untuk Tonny Ardie selama 17 tahun.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya Tanjung Priok tersebut ialah tindakan massa yang menyerang aparat serta merampas brosur di salah satu musala Tanjung Priok untuk mengkritik pemerintah. Demikianlah penjelasan mengenai penyebab peristiwa Tanjung Priok 1984 lengkap. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *